Selama ini Balai Taman Nasional Takabonerate dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar dinilai belum bekerja secara sinergi dan kurang melibatkan komunitas dan operator wisata lokal dalam upaya pengelolaan TN Taka Bonarate terkait sektor pariwisata.
Kondisi inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Balai TN Takabonarate, Pemkab Kepulauan Selayar, dan WWF-Indonesia dengan menggelar focus group discussion pada tanggal 4-5 November 2015 lalu, WWF-Indonesia untuk membahas sinergitas berbagai stakeholder kepariwisataan di Selayar, termasuk komunitas penggiat pariwisata ( guide, diver, pelaku bisnis travel dll ).
Sekitar 35 orang peserta hadir dan mengemukakan pendapat mengenai kegiatan kepariwisataan yang telah mereka lakukan selama ini di Kabupaten Selayar, seperti melakukan promosi dan pemasaran kawasan Taman Nasional Takabonerate, peningkatan sarana akomodasi, penyewaan kapal, serta peningkatan kapasitas.
Beberapa hal yang menjadi topik seperti masih kurangnya sarana dan pra sarana dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, masih adanya aktivitas manusia yang mengancam lingkungan (penambangan liar, penangkapan ikan secara ilegal dan merusak), sampah, dan lain sebagainya.
Para peserta bersepakat bahwa terdapat lima hal penting dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Selayar, yaitu Aksesibilitas dan Fasilitas, Standarisasi, Produk, Kelembagaan, dan Lingkungan.
Dari lima hal yang dibahas tersebut, salah satu yang menjadi perhatian utama seluruh peserta adalah kelembagaan, yang mana merupakan faktor penting bagi Kabupaten Selayar kedepannya dalam mengembangkan kawasan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia hingga mancanegara.

