Sail Indonesia 2015 kembali di gelar dengan beberapa daerah di Indonesia yang menjadi destinasi para peserta. Untuk tahun ini yang memasuki tahun ke-15 sejak diadakan tahun 2000, Kepulauan Selayar, kembali menjadi salah satu tujuan.
Yacht Rally selalu dimulai dari kota Darwin, Australia setiap tahun pada hari Sabtu terakhir di bulan Juli. Peserta Rally akan berlayar selama tiga bulan di perairan Indonesia. Selama tiga bulan, semua peserta diajak untuk berpartisipasi dalam serangkaian acara dan festival seni budaya yang saling berkaitan di titik singgah yang berbeda-beda.
Untuk tahun ini, rute dimulai dari Pulau Timor, Banda, Lembata, Wakatobi, Flores, Sulawesi, Bali, Jawa, Kalimantan, Belitung dan akhirnya di Batam atau Bintan sebelum berlayar ke Singapura atau Malaysia.
Di Kepulauan Selayar sendiri, peserta Yacht Rally yang berasal dari berbagai negara berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan Takabonerate Island Expedition dan beberapa kegiatan lain. Beberapa atraksi seni dan budaya di pertontonkan kepada seluru peserta. Tidak lupa Pemda Kepulauan Selayar menyuguhkan kuliner tradisional dan menu seafood yang menjadi andalan Bumi Tanadoang.

Sebelum Rally dimulai, sebuah pesta Farewell Barbeque bagi semua kru akan diadakan pada tanggal 18 Juli di Darwin Sailing Club. Rally Briefing and Information Day akan dilaksanakan pada 21 Juli di The Darwin Double Tree by Hilton Espanade. Rally dilepas dari Darwin Harbor pada 25 Juli 2015 pukull 11 pagi waktu setempat. Semua yacht menuju Kupang, NTT dan Saumlaki, Maluku akan start bersamaan.
Sail Indonesia Yacht Rally terbuka bagi yacht berlambung tunggal dengan panjang garis air tidak kurang dari 7,3 meter dan yacht multilambung dengan panjang garis air tidak kurang dari 8,0 meter. Di Kepulauan Selayar, peserta terlebih dahulu tiba di Taman Nasional Takabonerate sebelum singgah di kota Benteng.
Sail Indonesia merupakan even tahunan untuk membawa yachters dari luar negeri ke berbagai tujuan wisata di Indonesia. Even ini terbukti memberi manfaat besar bagi pembangunan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, baik melalui manfaat ekonomi secara langsung maupun dalam mempromosikan potensi maritim di kawasan itu secara tidak langsung.
Even ini digagas oleh Dr. Aji Sularso (Indonesia) dan David Woodhouse (Australia). Pemerintah Indonesia mengakuinya. Kemudian melihat even ini untuk merancang kegiatan-kegiatan pembangunan secara terpadu antar-lembaga negara. Even ini telah berhasil dilaksanakan termasuk even Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), Sail Wakatobi-Belitung(2011), Sail Morotai (2012), dan Sail Komodo (2013). (dikutip dari berbagai sumber )

