Untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kepulauan Selayar, Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar akan menggelar gathering dengan para pelaku pariwisata. Acara ini akan berlangsung Kamis ( 17/12 ) di Crystal Kuta Hotel, Bali.
Peserta yang akan terlibat adalah para penggiat pariwisata seperti pengusaha hotel, pelaku bisnis tour and travel, wisatawan, pemandu wisata dan praktisi yang terkait dengan pariwisata. “Acara ini semacam pertemuan antara seller dan buyer,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar, Kadhafi.
Para peserta yang hadir akan mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai potensi pariwisata Bumi Tanadoang, julukan Kepulauan Selayar. Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Jusman, CEO Oso Group, Tanri Abeng, Bupati Kepulauan Selayar, Syamsibar M.H. dan Terje Hole Nilsen dari Paradise Property Group.
“Dipilihnya Bali karena daerah tersebut menrupakan pusat aktivitas pariwisata sekaligus menjadi ikon pariwisata di Indonesia. Jadi kita semacam jemput bola kesana,”lanjut Kadhafi. Ratusan peserta ditargetkan hadir pada acara ini.
Beberapa hal yang akan dipaparkan pada acara gathering di Bali itu adalah keberadaan perairan Kepulauan Selayar dengan atol terbesar di dunia setelah Kepulauan Maldives dan St. Marshal, status Taman Nasional Takabonerate sebagai salah satu cagar biiosfir dunia, status Kepulauan Selayar sebagai poros pariwisata bahari dan berbagai potensi wisata di Kepulauan Selayar yang belum banyak terpublikasi.
Kepulauan Selayar terus berbenah dalam menggenjot sektor pariwisata. Ditahun 2015, Selayar sukses menggelar kegiatan berskala internasional seperti lomba foto Indonesia World Photography Competition ( IWPC ), Takabonerate Island Expedition ( TIE ), menjadi salah satu tujuan Sail Indonesia, dan beberapa kegiatan lainnya.

