Selayar, Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay / Pondok Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan Dana Alokasi Non Fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2022 dilaksanakan selama 3 hari, yaitu 23 s/d 25 Juli 2022. Bertempat di Café Passiana, pelatihan yang menghadirkan 3 pemateri yang kompeten ini membahas terkait tata cara pengelolaan dan standardisasi homestay / pondok wisata bagi sasaran peserta pelatihan yang merupakan pemilik atau pengelola homestay / pondok wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pemateri pelatihan diantaranya yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Hizbullah Kamaruddin, Dosen Poltekpar Makassar, Kurnia Yusniar Rahma, S.Par., S.Sos., M.Si. dan Praktisi dari Indonesia Homestay Association, Mursalim HS.
Salah seorang pemateri, Mursalim HS. turut membawakan materi pelatihan dan membagikan pengalaman beliau dalam mengelola homestay yang dimilikinya.
“Industri homestay dimulai dari pelanggan dan kebutuhannya. Pelanggan menjadi orang yang paling penting dalam bisnis kita. Oleh karena itu, mereka tidak mengganggu kerjaan kita, melainkan mereka yang merupakan tujuan kita.” ungkap Mursalim H.S, yang juga dikenal dengan sebutan Dodo the Pen Man, karena banyaknya koleksi pulpen yang dimilikinya.
Lebih lanjut, Mursalim menjelaskan pelayanan yang diterapkan ke pelanggan usaha homestay / pondok wisata yang dimiliki harusnya berkualitas dan pentingnya pelayanan person to person, sehingga lebih memberikan attention to customer (perhatian lebih ke pelanggan).
Dengan mengetahui pentingnya pelayanan bagi pelanggan homestay, Mursalim menekankan materi terkait syarat-syarat Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam suatu industri homestay.
“Pengelola atau orang yang melayani langsung pelanggan homestay sebaiknya mengetahui bisnis homestay utamanya keinginan dan harapan setiap tamu, professional di bidangnya dan mengerti masalah yang dihadapi tamu-tamu yang dilayaninya, mengetahui etiket pergaulan secara umum dan selalu hormat pada tamu, selalu empati dan menepati janji dengan tamu, serta memiliki kemampuan advise (nasehat), saran dan pemecahan masalah sehingga tamu merasa dilayani” jelas Mursalim.
Pelayanan yang baik dan berkualitas yang diberikan atau ditawarkan pada pelanggan dapat membuat usaha homestay / pondok wisata yang dimiliki dapat berkembang.
“Peningkatan mutu pelayanan yang ditawarkan pada pelanggan dapat membuat pelanggan datang kembali ke homestay yang kita miliki” ungkap Mursalim.
Pelatihan yang ditutup dengan praktek lapangan di Desa Bontomarannu ini diharapkan dapat menambah profesionalisme dan kualitas para pemilik atau pengelola homestay / pondok wisata untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan. (Dian.AJ-HumasDisparbud)


