
Selayar, Desa Bontolebang menjadi desa kedua yang dikunjungi oleh Rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka sosialisasi pengembangan desa wisata. Bertempat di Kantor Desa Bontolebang, pada Sabtu (14/5/2022), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Hizbullah Kamaruddin memaparkan materi pentingnya Sapta Pesona sebagai jabaran konsep sadar wisata yang harus diwujudkan oleh masyarakat desa, serta materi kriteria pengembangan desa wisata yang harus dipersiapkan sebagai desa wisata.
Dibuka oleh Kepala Desa Bontolebang, Muhammad Arsyad menyampaikan apresiasi atas sosialisasi pengembangan desa wisata yang dilakukan, selain itu terbersit harapan agar Desa Bontolebang dapat didukung secara maksimal oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai desa wisata, mengingat potensi pariwisata yang bisa ditawarkan oleh Desa Bontolebang,
Mengawali paparannya, Drs. Hizbullah Kamaruddin mengungkapkan kunjungan kerja, sosialisasi dan merangkap evaluasi ini dilakukan untuk melihat hal-hal apa saja yang bisa didorong dengan stakeholder yang ada di desa dalam rangka upaya pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauam Selayar.
Termasuk sebagai satu dari 8 desa di Kabupaten Kepulauan Selayar yang ikut dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022, Desa Bontolebang memiliki potensi desa wisata yang bisa dikembangkan secara maksimal.
“Desa Bontolebang memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dari sektor pariwisata, tetapi tidak cukup, jika tanpa didukung SDM yang memadai yang akan mengelola kepariwisataan ini. Harapannya ada kesiapan dari masyarakat, OPD diberikan wewenang dan kepercayaan untuk dalam rangka pembinaan di sektor kepariwisataan termasuk mempersiapkan masyarakat agar masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan usaha di sektor pariwisata” ujar Drs. Hizbullah Kamaruddin
Dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari Pemerintah Desa, Babinsa, Karang Taruna, Bumdes, hingga Pokdarwis Desa Bontolebang membuat sosialisasi ini harapannya bisa memberikan pengetahuan dan memotivasi masyarakat untuk ikut terlibat dan mendukung dalam mewujudkan Desa Bontolebang sebagai desa wisata.
“Materi sosialisasi ini bisa diaplikasikan, ciptakan kondisi kriteria desa wisata tersebut di desa dan harus dilakukan untuk menjadi desa wisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Masata sebagai pendamping dan penggiat pariwisata akan membantu. Jadi masyarakat desa harus mempertahankan keinginan, semangat untuk menjadi desa wisata, karena kalau itu tidak ada apapun yang diberikan, dibekali dan diinformasikan itu tidak ada manfaatnya” tutup Drs. Hizbullah Kamaruddin. (HumasDisparbud)




