Selayar, Pesona kearifan lokal dan keragaman budaya Kabupaten Kepulauan Selayar kembali memancar. Tradisi tahunan Anjala Ombong oleh masyarakat Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar kembali digelar pada Selasa (22/08/2023) yang bertempat di Muara Sungai Sangkulu-Kulu.
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini dilaksanakan dengan bertajuk pesta rakyat yang dihadiri oleh ratusan masyarakat, baik dari warga Desa Harapan, maupun pengunjung yang ingin menyaksikan tradisi yang telah mendapatkan pengakuan dan terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di Tahun 2021 ini.
Dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kapolsek dan Danramil Bontosikuyu, Camat Bontosikuyu, hingga Para Tokoh Masyarakat. Perayaan pesta rakyat ini diawali dengan penyambutan seni bela diri khas Kabupaten Kepulauan Selayar, Kuntaw.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muhammad Arsyad mewakili Bupati Kepulauan Selayar untuk membuka dengan resmi kegiatan tersebut, membawa pesan dukungan dari Pemerintah Daerah untuk pelestarian dan promosi tradisi budaya Anjala Ombong ini yang memiliki daya tarik unik yang mampu menarik perhatian pengunjung dengan menunjukkan nilai dan makna budaya yang sangat diapresiasi oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Muhammad Arsyad mengapresiasi tradisi ritual Anjala Ombong yang menjadi identitas lokal bagi masyarakat Desa Harapan, sekaligus menjadi identitas Selayar sebagai Kabupaten Kepulauan yang memiliki kekayaan budaya pesisir. Selain itu, tradisi ini juga diharapkan menjadi peluang masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dengan dikemas sebagai pesta rakyat.
“Sejalan dengan perkembangan zaman, dimana ritual-ritual tradisi semacam ini yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat, juga telah menjadi sebuah atraksi atau daya tarik wisata budaya. Oleh karena itu, kami berharap tradisi Anjala Ombong ini juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dengan terciptanya pasar pariwisata sehari yang di dalamnya ada permintaan minuman ringan dingin, makanan dan penganan khas Balla Bulo, produk kerajinan tangan khas Kecamatan Bontosikuyu dan lain sebagainya, yang kesemuanya itu dapat disediakan dan dikomersilkan oleh masyarakat setempat.” harapnya.
Tradisi Anjala Ombong bukan sekadar acara tahunan, tetapi juga cerminan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dengan adanya tradisi ini, masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar menjaga identitas dan nilai-nilai budaya mereka, sambil membuka peluang bagi perkembangan ekonomi lokal. (Dian-HumasDisparbud)




