KEPULAUAN SELAYAR – Dalam memeriahkan acara Festival Cagar Biosfer Taka Bonerate yang digelar selama empat hari dari tanggal 11 – 14 Agustus 2022 di Taman Pusaka, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar ini, yaitu kegiatan diskusi panel dalam bentuk Talk Show.

Talk Show ini mengambil judul “Peran Pemerintah dalam Harmonisasi Alam dan Manusia untuk Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Cagar Biosfer Taka Bonerate – Kabupaten Kepulauan Selayar”
Peserta panelis dalam Talkshow ini adalah Kepala Balai TN Taka Bonerate, Kepala Bappelitbangda, para kepala OPD seperti dari Dinas Perikanan, DInas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pertanian, Disperindag, Dinas Lingkungan Hidup, dan DInas PUTR. Tak kalah seru juga, Polres, Kejari, Kodim Selayar pun diundang dalam memberikan penyuluhan dari segi peraturan dan hukum yang berlaku.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Hizbullah Kamaruddin sebagai salah satu panelis dalam Talk Show mengatakan bahwa dalam tetap menjaga Cagar Biosfer ini ada beberapa program, tentunya mulai dilaksanakan dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif sampai ke pemerintah daerah Propinsi, kabupaten dan kota.
Menurut Hizbullah, Pariwisata sekarang ini tidak lagi mengejar sebanyak-banyaknya kunjungan wisatawan, “Tidak lagi seperti dulu tapi lebih focus untuk bagaimana usaha mendorong pariwisata ini berkelanjutan”.
Disampaikan dalam Talk Show ini Drs. Hizbullah mengatakan ada 4 pilar Kepariwisataan Nasional yang berkelanjutan, yang pertama Pengelolaan Berkelanjutan (Bisnis Pariwisata), yang kedua Ekonomi berkelanjutan (Sosial Ekonomi), yang ketiga Kebudayaan Berkelanjutan dan yang terakhir Lingkungan Berkelanjutan.

“Ada konsep atau program yang selama ini lagi gencar-gencarnya kita laksanakan, yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena selama ini di sector pariwisata, terkhusus di Selayar ini dan mungkin di daerah lainnya, masyarakat ini hanya sekedar sebagai penonton saja. Jadi dia tidak merasakan seperti apa manfaat ketika di wilayahnya ada destinasi wisata. Sehingga tidak menjaga lingkungannya dan sebagainya. Karena memang betul-betul tidak ada keterlibatan, tidak ada rasa memiliki sehingga tidak menjaga destinasi. Konsep yang dimaksud yaitu Desa Wisata. Ini merupakan kondisi yang ingin kita ciptakan sehingga dengan terciptanya kondisi-kondisi seperti ini, Insya Allah masyarakat tentu akan merasakan manfaatnya.” Ucap Hizbullah.
Drs. Hizbullah berpesan juga dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan di destinasi wisata perlu diterapkannya Sapta Pesona. “Saya kira Sapta Pesona ini sudah familiar di masyarakat. Ini terkait semua dengan lingkungan. Bagaimana lingkungan kita bisa bersih dan kita jaga dan sebagainya, menciptakan keamanan, ketertiban, keindahan, bagaimana masyarakat atau wisatawan ini bisa terkesan dan ada kenangan sehingga dia berulang-ulang berkunjung ke selayar ini.”
Dalam pesan penutup yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar jika kita berbicara wisata bahari, berarti kita berbicara tentang selayar. Salah satu wisata bahari adalah berwisata di bawah laut. Berwisata di bawah laut tentunya terumbu karang yang ada di bawah laut ini perlu dijaga dan dilestarikan, sehingga ini yang menjadi sumber pendapatan baik bagi para nelayan maupun pelaku usaha di sector pariwisata. Bukan selayar kalau tidak ada terumbu karang. Kita harapkan untuk betul-betul menjaga terumbu karangnya. (AK-Humas Disparbud)


