Kepulauan Selayar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus mematangkan rencana pembangunan Tugu Titik Nol Selatan Pulau Sulawesi yang berlokasi di ujung aspal Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu. Tahap awal dimulai dengan pelaksanaan survei lokasi guna memastikan kesiapan pembangunan, sekaligus penyesuaian dengan desain yang telah dirancang.
Survei ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, S.S., didampingi Kepala Bidang Destinasi Pariwisata. Turut hadir Ketua pelaksana event Scooter Nekara Tanadoang Club (SNTC) yang juga Anggota DPRD Selayar, Muhammad Aqsa Ramadhan, hingga Camat Bontosikuyu, Kepala Desa Appatanah, penyuluh pertanian setempat, serta tim konsultan perencana pembangunan Tugu Titik Nol Selatan Pulau Sulawesi ini pada Jumat (03/04/2026).
Kegiatan survei difokuskan pada peninjauan langsung titik lokasi pembangunan, sekaligus mencocokkan kondisi lapangan dengan desain teknis yang telah disiapkan. Dari hasil survei tersebut, terdapat beberapa penyesuaian yang akan dilakukan, di antaranya perubahan ukuran tugu agar lebih proporsional dengan kondisi lokasi, hingga rencana penambahan fasilitas untuk penerangan kawasan.
Pembangunan tugu ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kepulauan Selayar dan menjadi upaya memperkuat branding daerah sebagai destinasi wisata. Keberadaan Tugu Titik Nol Selatan Pulau Sulawesi dinilai memiliki nilai simbolis yang kuat dan berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya pecinta wisata unik dan destinasi ikonik.
Lebih lanjut, tugu ini direncanakan akan diresmikan dalam momentum event berskala nasional, yakni Celebes Scooter Party (CSP) XIX. Event tahunan para scooterist se-Sulawesi ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah, dan tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Selayar untuk pertama kalinya dipercaya sebagai tuan rumah event ini.
Diketahui, komunitas scooterist kerap menjadikan lokasi-lokasi unik dan ikonik sebagai tujuan utama perjalanan mereka. Kehadiran Tugu Titik Nol Selatan Sulawesi di ujung aspal Desa Appatanah diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta maupun wisatawan yang datang.
Tidak hanya berfokus pada peresmian tugu, rangkaian kegiatan CSP XIX juga akan diintegrasikan dengan program strategis Pemerintah Daerah, seperti Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR). Keterlibatan peserta dalam program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Selayar.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, pembangunan Tugu Titik Nol Selatan Pulau Sulawesi diharapkan tidak hanya menjadi simbol geografis, tetapi juga tonggak baru dalam pengembangan pariwisata dan penguatan identitas daerah Kepulauan Selayar. (Dian-HumasDisparbud)


