Kepulauan Selayar – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan kunjungan langsung ke desa binaan dalam rangka mendukung program strategis pemerintah daerah, Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR).
Sebagaimana pembagian desa binaan oleh pemerintah daerah, Disparbud mendapat tanggung jawab pendampingan di Desa Onto, Kecamatan Bontomatene dan Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu. Kunjungan lapangan kali ini difokuskan di Desa Onto, yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman perdana program GEMERLAP pada Kamis, (09/04/2026).
Rombongan Disparbud yang mewakili Kadisparbud terdiri dari Kabid Kebudayaan, Andi Nursamsi, S.Si.,M.Si., bersama Kabid Pemasaran Pariwisata, Sri Nurnaningsih Y, S.S., M.M. dan pejabat fungsional, serta staf. Kedatangan tim disambut langsung oleh Andi Rusmin, Camat Bontomatene yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Desa Onto, didampingi penyuluh pertanian kecamatan, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Sebelum turun ke lokasi penanaman, tim Disparbud bersama pihak kecamatan dan kelompok tani terlebih dahulu melakukan diskusi terkait progres pelaksanaan program GEMERLAP dan GEMETAR di Desa Onto. Dari hasil pemaparan, diketahui bahwa penyaluran bibit kelapa telah berjalan dalam dua tahap, yakni sebanyak 1.645 bibit pada tahap pertama dan 1.540 bibit pada tahap kedua, ditambah 62 bibit cadangan yang disiapkan untuk seluruh desa.
Kesiapan lahan juga telah ditinjau dan beberapa dinyatakan siap untuk ditanami. Lahan milik petani akan difokuskan pada penanaman kelapa sebagai komoditas utama, dengan rencana penanaman jagung sebagai tanaman sela. Sistem ini dikenal dengan pola tumpang sari, yaitu metode penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas.
Diketahui di Desa Onto sebanyak 8 Kelompok Tani dilibatkan dalam menyukseskan program ini, yang terdiri dari 6 Kelompok Tani laki-laki dan 2 Kelompok Tani perempuan. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 25 hingga 30 orang, dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan, kecuali faktor cuaca berupa hujan yang sempat mempengaruhi aktivitas di lapangan.
Usai diskusi, tim melanjutkan kegiatan ke lokasi penanaman Sangrangang, Desa Onto, untuk melakukan pengajiran atau penentuan titik tanam kelapa, penggalian lubang, hingga penanaman bibit kelapa. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya penanaman perdana secara serentak di desa tersebut.
Andi Rusmin, Camat Bontomatene menyampaikan bahwa penanaman ini merupakan langkah awal yang penting dalam pelaksanaan program GEMERLAP di Desa Onto. Ia juga mengapresiasi kehadiran Disparbud sebagai pendamping desa binaan yang dinilai mampu memberikan motivasi tambahan bagi para petani.
“Kehadiran rombongan Disparbud sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini juga menjadi ruang untuk berbagi kendala dan masukan dari petani, yang nantinya bisa diteruskan ke dinas teknis terkait.” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk tahap selanjutnya, penyaluran bibit tahap ke-3 akan difokuskan pada lahan-lahan yang telah siap dan memenuhi kriteria, agar proses penanaman dapat berjalan lebih optimal.
Antusiasme masyarakat terhadap program GEMERLAP dan GEMETAR juga terlihat tinggi. Bagi warga, penanaman kelapa bukan hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang atau “tabungan masa depan”, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat setempat. Keterlibatan aktif kelompok tani pun mendapat apresiasi, karena mereka menjadi garda terdepan dalam mengawal dan memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, OPD, dan masyarakat, program GEMERLAP dan GEMETAR diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kepulauan Selayar. (Dian-HumasDisparbud)











