Selayar – Dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Kampung Hiu Tinabo dan Pantai Pinang, masuk dalam daftar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025. Keduanya akan mewakili Selayar dalam ajang pariwisata bergengsi tingkat nasional itu, masing-masing pada kategori Ekowisata dan Surga Tersembunyi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, menyambut penuh antusias keterlibatan Selayar dalam ajang API Awards 2025. Menurutnya, masuknya dua kategori dari Selayar dalam nominasi tahun ini bukan hanya menjadi kebanggaan tersendiri, tetapi juga membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.
“Dengan masuknya dua kategori dari Kepulauan Selayar dalam API Awards 2025 menjadi suatu kebanggaan sekaligus peluang yang sangat besar untuk kita. Dapat dibantu dalam mempromosikan destinasi wisata Selayar kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, terlebih jangkauan Ayo Jalan-Jalan Indonesia ini sudah internasional,” ujar Nur Ihsan, Rabu (7/5).
Pengumuman 180 nominasi terbaik API Awards 2025 disampaikan melalui akun Instagram resmi @apiaward pada Senin (5/5/2025) setelah melalui proses registrasi, kurasi, hingga seleksi oleh Komite Seleksi.
Untuk diketahui, Pantai Pinang yang masuk 10 besar nominasi kategori Surga Tersembunyi, terletak di bagian timur Pulau Selayar, tepatnya di Kecamatan Bontosikuyu. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih sepanjang dua kilometer dengan latar belakang perbukitan berhias pepohonan yang menambah pesona alamnya. Air laut di kawasan ini sangat jernih, menyerupai kaca, dan perairannya yang tenang menjadikannya cocok untuk aktivitas berenang, berjemur, atau sekadar bersantai menikmati panorama. Pantai ini juga dikenal sebagai lokasi favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas diving.
Sementara itu, Kampung Hiu Tinabo masuk 10 besar nominasi kategori Ekowisata. Destinasi yang masuk kawasan Taman Nasional Taka Bonerate ini menjadi salah satu spot wisata yang menawarkan pengalaman konservasi langsung kepada pengunjung. Wisatawan dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif, seperti transplantasi karang, pelepasan tukik penyu, dan penanaman pohon. Selain menyenangkan, aktivitas-aktivitas itu juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir.
Pulau Tinabo sendiri merupakan pintu gerbang untuk menjelajahi gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Jinato, Pulau Lantigiang, Bunging Tinabo, Pulau Latondu, Pulau Tarupa, dan Pulau Rajuni—masing-masing dengan karakter dan keindahan alamnya yang khas.
Keikutsertaan dua destinasi ini menandai pencapaian penting bagi pariwisata Selayar. Selanjutnya, keduanya akan bersaing dengan nominasi lain di tingkat nasional untuk masuk ke dalam tiga besar dalam kategori masing-masing.
“Kami sangat bersyukur bisa sampai ke tahap ini dan bisa masuk nominasi,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Selayar, Sri Nurnaningsih.
Proses voting akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 30 September 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar pun mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan suara.
Sri mengatakan, dukungan masyarakat akan sangat menentukan, tidak hanya untuk memenangkan penghargaan, tetapi juga dalam mengangkat citra pariwisata Selayar ke panggung nasional.
“Untuk selanjutnya kami mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar kita dapat masuk dalam posisi tiga besar karena ajang ini berdasarkan voting,” katanya.
API Awards merupakan ajang tahunan yang telah digelar sejak 2016 dengan tujuan membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia serta mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wisata lokal. Selain kategori Ekowisata dan Surga Tersembunyi, pada ajang ini ada 16 kategori lainnya. (Fitrisaid_HumasDisparbud)






