Hari Kartini bukan hanya perayaan, tetapi juga momen refleksi atas perjuangan perempuan dalam meraih hak dan kesetaraan. Dari R.A Kartini kita belajar bahwa perempuan juga bisa berkarya. Kartini adalah contoh nyata bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dengan gagasan-gagasan mereka yang inovatif. Maka tak mengherankan jika berkat ide dan inisiatif seorang perempuan bernama Julia Garninda Guntur, lahirlah program Buah Tangan Perempuan Selayar (BTPS).
Program BTPS fokus menghasilkan produk-produk bernilai kebudayaan, ekonomis, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan di empat wilayah residensi yaitu Puncak Tanadoang, Pulau Gusung, Kampung Tua Bitombang, dan Kecamatan Benteng.
Produk-produk dari hasil program tersebut kemudian ditampilkan pada Pameran Karya, Pasar Seni, dan Penayangan Film Buah Tangan Perempuan Selayar yang dilaksanakan pada hari Senin, 21 April 2025 bertepatan dengan Hari Kartini.
Bertempat di Sapo Budaya Benteng, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Rezky Angriany.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi program BTPS yang memberikan edukasi kepada perempuan-perempuan di Selayar.
“Dengan kehadiran adik-adik kita para seniman yang memang betul-betul memberikan kontribusi buat kita terutama untuk perempuan-perempuan Selayar didalam mengajarkan, memberdayakan bahkan mengelola ekonomi kreatif yang mungkin bisa menghasilkan lebih dari hari kemarin.” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membeli produk-produk hasil karya perempuan-perempuan Selayar sebagai bentuk dukungan terhadap kerajinan lokal.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan peserta yang hadir ke pameran untuk melihat-lihat produk hasil karya perempuan Selayar. Beberapa produk yang ditampilkan antara lain, Jam Nekara, Lonceng Angin Bitombang, Ganci dan Kalung Rannu/Kenari, berbagai gelang, kalung dan perhiasan lainnya. Jika tertarik, produk-produk tersebut bisa langsung dibeli dan dibawa pulang untuk dijadikan souvenir ataupun oleh-oleh.
Sebagai penutup, peserta yang hadir disuguhkan penampilan Tari Empat Etnis dari Sanggar Seni Tanadoang dan dilaksanakan foto bersama. (GN-HumasDisparbud)

