Belajar Bersama di Museum Nekara, 50 Siswa Belajar Seni dan Budaya Selayar melalui Kelas Musik, Tari, dan Teater

Kepulauan Selayar — Museum tidak selalu identik dengan melihat benda-benda bersejarah di balik ruang pamer. Di Museum Nekara Kepulauan Selayar, generasi muda justru diajak untuk belajar, bergerak, berkarya, dan mengenal budaya melalui pengalaman secara langsung.

Semangat itulah yang dihadirkan kembali melalui program ‘Belajar Bersama di Museum’ yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Nekara, yang kali ini berkolaborasi bersama Sanggar Seni Tanadoang. Kegiatan ini dilaksanakan selama 20 hari, periode tanggal 28 September s/d 20 Oktober 2026.

Program edukasi ini melibatkan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah daratan Kabupaten Kepulauan Selayar, yakni UPT SMPN Benteng No. 1, UPT SMPN Benteng Utara No. 4, UPT SMPN Benteng Selatan No. 49, SMP Muhammadiyah Benteng, MTsS Nurul Yaqin Benteng, dan MTsS Muhammadiyah Benteng. Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan dengan tiga pilihan kelas, yaitu musik, tari, dan teater. Peserta terdiri dari 17 siswa kelas musik, 23 siswa kelas tari, dan 10 siswa kelas teater.

Sebelum pelaksanaan, tim Museum Nekara bersama Sanggar Seni Tanadoang terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Para siswa kemudian memilih bidang seni sesuai minat dan bakat melalui formulir yang disediakan.

Program ini memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Jika sebelumnya mereka lebih banyak mengenal seni melalui pertunjukan yang ditonton, kali ini mereka diajak terlibat langsung dalam proses belajar dan berkarya.

Pada kelas musik, peserta mempelajari dasar-dasar memainkan alat musik, konsep musik, pola tabuhan, hingga bagaimana musik dapat menjadi pengiring dalam sebuah pertunjukan. Kelas tari memperkenalkan peserta pada tari tradisi, khususnya Tari Pakarena Bontobangun, yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan budaya Museum Nekara. Sementara itu, kelas teater mengajarkan dasar-dasar seni peran sekaligus bagaimana menyampaikan cerita dan pesan melalui pertunjukan.

Ketiga kelas tersebut didampingi oleh pengajar dari Sanggar Seni Tanadoang yang memiliki kompetensi di bidangnya, diantaranya Supriadi B, S.P sebagai koordinator, Rifaldi sebagai pengajar musik, Andi Putrawansyah Aziz mengajar kelas teater, dan Andi Srimiyanti Asfa sebagai pengajar tari. Beberapa di antaranya juga merupakan pengajar yang terlibat dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), inisiasi kegiatan dari Kementerian Kebudayaan.

Kolaborasi Museum Nekara dan Sanggar Seni Tanadoang tidak berhenti pada proses pembelajaran. Para peserta nantinya akan dipertemukan dalam sebuah pementasan bersama sebagai hasil dari kegiatan ini.

Program ini menjadi salah satu cara untuk menjadikan museum sebagai ruang edukasi yang lebih interaktif, sekaligus memperkenalkan budaya Selayar kepada generasi muda. Melalui Belajar Bersama di Museum, para siswa tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal, mempraktikkan, dan menampilkan seni tradisi Selayar secara langsung.

Dari ruang museum, proses belajar kemudian berlanjut ke panggung—membuka ruang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari keberlanjutan budaya Selayar. (Dian-HumasDisparbud)