Pantai…
pasir…
air laut yang tentu saja rasanya asin..
dan…
deburan ombak.
Mungkin hal-hal tersebut yang sering mengisi keseharian wisatawan yang berkunjung ke Selayar. Tak perlu heran, Selayar memang dikenal dengan “wisata bahari-nya”. Iya, penulis mengerti kalau Pulau Selayar juga memiliki potensi wisata lain cukup besar, mulai dari wisata sejarah, budaya, dan alam yang tak kalah indahnya.
Tapi coba saja sesekali pembaca sekalian bertanya pada bapak-bapak random yang tinggal di Kabupaten seberang, kemungkinan besar kalau ditanya tentang apa yang menarik tentang Pulau Selayar ya jawaban mereka tidak jauh-jauh dari pantainya yang indah dan spot diving yang keren kok.
Nah, meskipun hal ini adalah sesuatu yang positif namun apa iya Selayar hanya akan terus-terusan mengandalkan keindahan lautnya dalam mengembangkan sektor pariwisatanya?
Jawabannya tidak. Seperti yang sudah penulis sampaikan di awal bahwa Pulau Selayar juga memiliki potensi wisata lain yang cukup besar, salah satunya adalah Puncak Tanadoang.
Di sini tidak ada air laut, tidak ada pasir ataupun terumbu karang. Yang ada panorama alam, udara dingin, dan…kabut. Yups pembaca tidak salah dengar, kawasan Puncak Tanadoang seringkali berkabut di saat saat tertentu.
Melihat potensi ini, pimpinan tempat penulis bekerja, Nur Ihsan Chairuddin selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar beserta rombongan berkunjung ke Puncak Tanadoang pada hari Selasa, 8 April 2025.
Eits tenang kalian jangan iri, mereka datang bukan untuk berlibur kok. Libur lebaran telah usai. Tujuan mereka berkunjung tak lain adalah untuk bertemu dengan pengelola kawasan Puncak Tanadoang.
Mereka-mereka ini punya keinginan yang kuat sekali agar Puncak Tanadoang ini semakin rapi, semakin bersih, semakin nyaman, semakin cantik, semakin menarik, semakin banyak dikunjungi dan semakin-semakin lainnya yang mungkin kalau dalam penggunaan Bahasa Indonesia baku disebut “dimaksimalkan potensinya.”
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Disparbud menggandeng Pemerintah Desa Bontomarannu, BUMDes Marannu Desa Bontomarannu dan tokoh penggiat ekonomi kreatif Nur Ahmad (Oge).
Apa saja yang mereka bicarakan?
Banyak hal mulai dari kerjasama pengelolaan, potensi pengembangan pariwisata sampai diskusi perihal bagaimana Puncak Tanadoang bisa menjadi salah satu tempat wisata favorit yang ada di Kepulauan Selayar.
Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Yayasan Budaya Veteran Art, Kepala Desa Bontomarannu, dan BUMDes Marannu Desa Bontomaranmu mengenai pemanfaatan Kawasan Wisata Puncak Tanadoang Kabupaten Kepulauan Selayar.
Yang jelas menjadi harapan kita semua, pertemuan ini bukanlah sekedar pertemuan. Namun pertemuan yang memberi makna dan tentunya manfaat.
Doa kami semua di Disparbud dan tentunya masyarakat Selayar agar Puncak Tanadoang bisa menjadi salah satu ikon pariwisata di Selayar (GN-HumasDisparbud)



