Selayar, 22 Mei 2024 – Dalam upaya penetapan Gong Nekara sebagai Cagar Budaya Nasional, telah dilaksanakan kegiatan Kajian Komposisi Logam melalui alat uji X-Ray Fluorescence (XRF). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya Non Fisik, yang bertujuan untuk memastikan nilai sejarah dan komposisi material dari Gong Nekara yang terletak di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Mei 2024, dan melibatkan tim ahli dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang terdiri dari enam orang, yaitu:
1. Prof. Dr. Ir. Busthan, M.T.
2. Prof. Dr. Adi Tonggiroh, S.T., M.T.
3. Dr. Eng. Hendra Pachri, S.T., M.Eng.
4. Dr. Sultan, S.T., M.T.
5. Muhammad Dian Apriansyah (Mahasiswa)
6. Muh. Afghan Nigara (Mahasiswa)
Keempat dosen ahli dari Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UNHAS ini didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Nursamsi.
Penggunaan alat X-Ray Fluorescence (XRF) dalam analisis ini sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat mengenai komposisi logam dari Gong Nekara. Hasil kajian ini nantinya akan menjadi dasar penetapan Gong Nekara sebagai Cagar Budaya Nasional, sehingga keberadaannya dapat dilindungi dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Prof. Dr. Ir. Busthan, M.T., ketua tim kajian, menyatakan bahwa “Analisis ini merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi dan memastikan keaslian serta komposisi material Gong Nekara, yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Selayar dan Indonesia.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal, serta menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya konservasi warisan budaya. (Ady)


