Selayar – Museum merupakan salah satu daya tarik wisata yang mengedepankan unsur pendidikan dan pelestarian warisan budaya.
Kehadiran wisatawan ke suatu museum akan memberikan manfaat ekonomi secara langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat setempat dan industri pariwisata.
Di Kabupaten Kepulauan Selayar terdapat satu museum yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung. Museum itu bernama Museum Nekara. Museum tersebut menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda sejarah dan prasejarah yang ditemukan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Museum Nekara, Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya museum yang berlangsung pada tanggal 20-22 Agustus 2022. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pemandu wisata budaya agar dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan pemanduan wisata kepada wisatawan.
Pemateri pada pelatihan ini yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Hizbullah Kamaruddin, Praktisi Irmina Maria Silas dan Sekretaris Umum AMIDA (Asosiasi Museum Indonesia Daerah) Sulawesi, Ikbal, S.Sos. M.Si.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Hizbullah Kamaruddin. Dalam sambutannya pertama-tama beliau menyampaikan kepada para peserta agar tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan.
“Walaupun pemerintah sudah mengizinkan buka masker di tempat terbuka, protokol kesehatan tetap harus kita jaga dan harus kita patuhi.” jelas beliau kepada para peserta.
Beliau juga meyampaikan kepada para peserta bahwa potensi wisata budaya di Selayar tidak kalah dengan potensi baharinya.
“Kemarin saya bertemu teman, dia tunjukkan gambar Kampung Tua Bitombang dan dia tanya apa benar ini Selayar. Saya jawab betul itu di Selayar. Dia sampaikan dia benar-benar kagum terhadap keunikan Kampung Tua Bitombang. Bagaimana ada rumah tua yang bisa berdiri tinggi seperti itu. Jadi saya pikir selain potensi bahari, kita tidak boleh meremehkan potensi wisata budaya yang ada di Selayar.” terang Drs. Hizbullah.

Sebagai penutup, beliau berpesan kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin.
“Akomodasi, kuliner, infrastruktur, kriya, oleh-oleh harus disiapkan dengan baik untuk mendukung sektor pariwisata. Tak lupa, tenaga guide juga harus disiapkan untuk memaksimalkan daya tarik wisata yang sudah ada. Harapan saya, ikuti pelatihan ini dengan baik agar kemampuan dan kapasitas bapak ibu sekalian bisa meningkat dan agar bisa dipraktekkan dengan baik.” tutup beliau. (GN-Humas Disparbud)

