Rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkunjung ke Desa Bontolebang, ada apa disana?

Rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkunjung ke Desa Bontolebang, ada apa disana?

76
0

Rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Selasa tanggal 23 Maret 2021 mengunjungi Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk melaksanakan beberapa kegiatan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan di sana diantaranya adalah pelaksanaan survei terkait dengan pengembangan Desa Wisata di Desa Bontolebang, pelatihan mengenai Desa Wisata di Desa Bontolebang, penggalian kebudayaan yang ada di Desa Bontolebang, serta pengecekan Homestay yang ada di kawasan Desa Bontolebang. Turut serta dalam rombongan yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, staf Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, staf Bidang Sumber Daya Manusia & Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, staf Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta anggota kelompok Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kabupaten Kepulauan Selayar.IMG-20210324-WA0005

Rombongan berangkat dari kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan pukul 09:50 menuju pelabuhan di dekat kawasan Wisata Kuliner Benteng untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu menuju Desa Bontolebang di Kawasan Pasi Gusung. Perjalanan ditempuh selama sekitar 20 menit. Rombongan tiba di Desa Bontolebang pukul 10:10 dan langsung disambut oleh masyarakat dan Kepala Desa Bontolebang di Kantor Desa Bontolebang. Setelah itu langsung diadakan pertemuan dan diskusi antara masyarakat Desa Bontolebang, Kepala Desa Bontolebang, kelompok Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang ikut dalam rombongan. Adapun pembahasan diskusi lebih berfokus pada arahan serta masukan kepada Desa Bontolebang agar Desa Bontolebang bisa lebih berkembang.

Setelah pertemuan tersebut, masing-masing staf dari Bidang Destinasi Pariwisata, Bidang Sumber Daya Manusia & Ekonomi Kreatif, serta Bidang Kebudayaan melaksanakan kegiatannya masing masing di Desa Bontolebang yaitu pelaksanaan survei terkait dengan pengembangan Desa Wisata di Desa Bontolebang, pelatihan mengenai Desa Wisata di Desa Bontolebang, penggalian kebudayaan yang ada di Desa Bontolebang, serta pengecekan Homestay yang ada di kawasan Desa Bontolebang.

Kak Sulvi, salah satu staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang ikut serta dalam rombongan mengatakan bahwa ada cukup banyak potensi Daya Tarik Wisata yang dapat dikembangkan di Desa Bontolebang. Dari penjelasan Kak Sulvi kepada penulis, paling tidak ada lebih dari lima spot yang bisa dikembangkan. Spot tersebut diantaranya adalah Hutan Mangrove yang bisa dijadikan tempat untuk trekking, sebuah Goa yang belum memiliki nama, Gudang Tua peninggalan Belanda, beberapa Spot Diving dan Snorkeling, Assuru’ atau kawasan laut yang surut, Karamba Ikan di laut dimana kita bisa memakan Ikan langsung di Karamba tersebut, serta ada juga kawasan laut yang ditumbuhi oleh Lamun atau dalam bahasa inggris disebut Seagrass. Lamun sendiri berbeda dengan rumput laut, Lamun adalah anggota tumbuhan berbunga yang sudah hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan air asin. Dengan banyaknya potensi yang ada di Desa Bontolebang, bukan tidak mungkin Desa Bontolebang akan menjadi salah satu tempat primadona di Kabupaten Kepulauan Selayar yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

IMG-20210324-WA0016

IMG-20210324-WA0018 IMG-20210324-WA0019Untuk saat ini, Desa Bontolebang sendiri masih berproses dengan pembenahan organisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) milik mereka. Desa Bontolebang masih membutuhkan pendampingan dan monitoring dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar bisa lebih cepat berkembang. Kita semua tentu berharap pariwisata Desa Bontolebang bisa berkembang seperti desa – desa lainnya di Kabupaten Kepulauan Selayar seperti Desa Pattilereng ataupun Desa Bontomarannu yang sudah sukses mengembangkan pariwisata mereka. (Glenn)

LEAVE A REPLY