Bupati Kepulauan Selayar paparkan materi Kebijakan Pembangunan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar di...

Bupati Kepulauan Selayar paparkan materi Kebijakan Pembangunan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar di hadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

73
0

Jakarta, Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali memaparkan materi Kebijakan Pembangunan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar di hadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam pertemuan yang dilaksanakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Jakarta Pusat pada tanggal 14 April 2021. Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Enrekang Muslimin Bando, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Bupati Kepulauan Selayar M. Basli Ali, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, dan Bupati Morowali Taslim.

Sementara itu, Menparekraf didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani, Direktur Pengembangan Destinasi Regional Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan, dan Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu.

Pada pertemuan tersebut para Bupati dan Walikota berkesempatan memaparkan berbagai potensi wisata dan program unggulan dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah masing-masing. Mulai dari segi atraksi wisata yang dihadirkan, amenitas, serta aksesibilitasnya.

Dalam pemaparannya, ada tiga poin penting yang disampaikan oleh Bupati Kepulauan Selayar, yaitu kondisi geografis/keunggulan potensi wisata Kabupaten Kepulauan Selayar, aksesibilitas, serta kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan kepariwisataan Kepulauan Selayar dan dukungan percepatan terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) termasuk mediasi investor untuk berinvestasi di Selayar.

Diakhir pemaparan Bupati Kepulauan Selayar mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Selayar dan dijawab langsung oleh Bapak Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahwa beliau akan menjadwalkan kunjungan kerja ke Selayar.

IMG-20210414-WA0009Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan akan mengembangkan travel pattern (peta perjalanan) bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Selatan. “Saya akan menjadwalkan kunjungan ke Sulawesi untuk mencari travel pattern, kalau mendarat di Maros pergerakan wisatanya akan ke mana, pasti tentunya ke Makassar dulu, karena menginapnya di sana, tapi bergeraknya seperti apa kita ingin tahu. Sehingga, nanti kita bisa dokumentasikan dan kita promosikan,” ujar Menparekraf.

Travel Pattern tidak hanya dapat memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan, tapi mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, sesuai dengan tren wisata ke depan yang cenderung bersifat personalize, customize, localize, dan smaller in size. “Customize yang dimaksud wisata minat khusus, mereka datang ke destinasi karena keinginan yang khusus. Personalize dimana wisatawan akan datang dengan keluarga, Localize jarak kunjungan antara tempat tinggal ke destinasi tujuan maksimal 200 hingga 300 km, jadi travel pattern ini perlu kita kembangkan. Terakhir smaller in size, memang dari segi kuantitas lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi, tapi kualitas dan dampaknya terhadap lingkungan akan lebih baik. Jadi lebih quality and sustainability” kata Sandiaga.

Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia, memiliki kekayaan alam serta warisan budaya yang luar biasa. Banyak destinasi yang menjadi wisata unggulan bahkan mendunia seperti Pantai Losari, Benteng Rotterdam, Taman Nasional Takabonerate, Pantai Tanjung Bira, Wisata Pallawa, dan yang lainnya. Dengan adanya pengembangan travel pattern diharapkan potensi wisata yang ada di Sulawesi Selatan bisa saling terintegrasi, sehingga mampu menghasilkan multiplier effect bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan. (Glenn)

Sumber : kemenparekraf.go.id

LEAVE A REPLY