Kepulauan Selayar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi yang berlokasi di ujung aspal Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Jumat, tanggal 5 Juni 2026. Acara peresmian dihadiri unsur pemerintah daerah, berbagai komunitas, sejumlah tamu undangan, dan masyarakat. Kehadiran tugu ini diharapkan menjadi ikon baru yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tugu ini diresmikan dalam momentum event berskala nasional, yakni Celebes Scooter Party (CSP) XIX yang dilaksanakan tanggal 6-7 Juni 2026. Event tahunan para scooterist se-Sulawesi ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah, dan pada tahun ini Kabupaten Kepulauan Selayar untuk pertama kalinya dipercaya sebagai tuan rumah event tersebut.
Bupati Kepulauan Selayar yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan sambutan mengatakan bahwa Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga diharapkan menjadi daya tarik yang mendukung promosi dan pertumbuhan pariwisata di Kepulauan Selayar.
“Tugu ini merupakan simbol kebanggaan masyarakat Kepulauan Selayar, pintu masuk bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kepada para komunitas otomotif yang datang dari berbagai daerah, kami berharap teman-teman bisa menjadi duta promosi untuk mengenalkan keindahan dan potensi wisata ke seluruh Indonesia.” ucapnya.
Gubernur Sulawesi Selatan yang memberi sambutan di sesi berikutnya juga berpesan kepada masyarakat dan komunitas untuk mempromosikan Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi.
“Teman-teman komunitas, influencer silahkan bikin konten disini. Sampaikan kalo kalian (wisatawan) belum ke selayar kalo belum ke tugu ujung aspal selatan sulawesi. Silahkan anda berdiri di tugunya, tapi jangan cium aspalnya.” ujarnya sambil bercanda.
Setelah pesan singkat dalam sesi sambutan, Gubernur Sulawesi Selatan langsung mempersilahkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka secara terbuka. Sesi sambutan tersebutpun berubah menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan rakyat, sesuatu yang jarang kita jumpai di Indonesia. Ia mendengarkan aspirasi dan keluh kesah masyarakat sambil sesekali mencatat apa yang disampaikan dan memberi solusi disertai sedikit candaan.
Setelah selesai mendengar aspirasi dan keluh kesah masyarakat, acara kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti menandai peresmian Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi.
Dengan diresmikannya Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi, Kepulauan Selayar kini memiliki tengaran (landmark) baru yang diharapkan mampu memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan. (GN-HumasDisparbud)



