Memperingati Hari Jadi Kepulauan Selayar ke 411 yang jatuh pada tanggal 29 November, Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar menggelar puluhan agenda wisata di berbagai tempat di Kepulauan Selayar. Beberapa diantaranya adalah Lomba Foto Internasional, Pameran Bahari, Aksi Bersih Pantai Massal, Lomba Renang Massal, Festival Layang-Layang, Lomba Perahu dan Becak Hias , Ritual Adat A Dinging – dinging, Festival Gong Nekara, Lomba Mancing, Festival Kuliner dan acara hiburan lainnya.
Lomba Foto Internasional dan ritual A Dinging – dinging digelar di Bumi Tanadoang, julukan Kepulauan Selayar. Sementara untuk acara yang lainnya, dilaksanakan mulai 20 – 29 November mendatang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar, Kadhafi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda yang telah dipersiapkan sejak awal tahun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar.
“Adapun pada puncak acara peringatan Hari Jadi Kepulauan Selayar, akan diramaikan oleh penampilan artis ibukota dalam sebuah acara bertajuk Panggung Hiburan Rakyat,” ucap Kadhafi di Benteng, Kepulauan Selayar, Rabu ( 9/11/2016 ).
Sementara itu Festival Pesona Takabonerate yang tela dilangsungkan pada 6 – 9 Oktober lalu penutupannya juga akan dilaksanakn bersamaan dengan acara puncak peringatan hari jadi Kepulauan Selayar. Festival Pesona Takabonerate sendiri merupakan agenda bersama Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta Pemda Kepulauan Selayar.
Dengan digelarnya puluhan kegiatan bernuansa wisata tersebut, pemerintah setempat mengajak seluruh masyarakat berkunjung ke Kepulauan Selayar untuk menikmati pagelaran berbagai kegiatan, baik event budaya, hiburan dan acara seremonial lainnya, “dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, kita berharap bisa menarik minat wisatawan datang ke Selayar,” ucap Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Basli Ali, beberapa waktu lalu.
Adapun masuknya agama Islam di Selayar pada tahun 1605 dijadikan momentum peringatan ulang tahun Kepulauan Selayar setiap tahunnya. Raja Gantarang adalah penguasa salah satu wilayah di Selayar pada zaman dahulu kala yang pertama kali memeluk agam Islam. Agama Islam sendiri, di Kepulauan Selayar disebarkan oleh Datuk Ribandang.

