Selayar – Malam hari sering kali identik dengan kegelapan dan keheningan. Namun dibalik sunyinya malam itu tersimpan antusiasme peserta Assulo yang mulai berdatangan ke Warkop Merah Putih dengan membawa jeriken (bahasa baku dari jerigen) yang berisi hasil tangkapan mereka.
Sesekali riuh ramai dan gema sorak-sorai terdengar dari sekumpulan orang yang bergerombol menyaksikan sebuah objek yang biasa dipakai mengukur berat suatu benda atau lazimnya disebut dengan nama timbangan.
Berbagai jenis ikan dan hasil tangkapan laut dituang, dianalisa untuk kemudian dibungkus dan ditimbang supaya didapat angka yang jadi penentu berhak tidaknya seorang peserta mendapat gelar juara.
Namun bagi sebagian peserta, hadiah gelar juara hanyalah pemanis. Nilai kejujuran, kesabaran, kebersamaan, dan persaudaraan adalah hadiah sesungguhnya dari kegiatan ini.
Seperti yang diutarakan oleh Wildan, salah satu peserta yang sempat penulis temui untuk diminta menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan Assulo. Ia mengatakan banyak-banyak bersabar dan pantang menyerah merupakan pelajaran yang bisa diambil dari mengikuti atraksi ini.
“Kalau di laut, ikan itu susah dibedakan mas. Kadang juga bersembunyi di rumput laut jadi tambah sulit untuk ditemukan. Ya mau tidak mau harus banyak bersabar supaya bisa dapat ikan.” jelasnya.
“Kalau soal perasaan mengikuti event ini ya awalnya bosan, dari awal selalu menunduk ke bawah, mencari-cari ikan. Tidak dapat-dapat. Namun ketika sudah dapat satu atau dua ekor muncul rasa semangat untuk mencari ikan lagi.” pungkasnya saat ditanya bagaimana perasaan mengikuti atraksi Assulo.
Wildan juga sempat menyampaikan kepada penulis mengenai harapannya agar event ini bisa terus dilaksanakan karena memiliki banyak manfaat
“Event ini kalau bisa terus dilaksanakan, karena Selayar itu merupakan kepulauan dan mata pencaharian masyarakatnya banyak di laut sehingga event-event seperti ini memicu generasi muda untuk meminimalisir kegiatan yang merusak laut.”
“Oh iya mas, ikut Assulo ini benar-benar terasa sekali kebersamaan bersama peserta lain. Karena kita yang sebelumnya tidak saling kenal bisa saling sapa dan saat di laut bisa jadi tiba-tiba kenal dan berteman baik.” paparnya kepada penulis sebelum ia berpamitan untuk kembali bergabung bersama peserta lain.
Wildan tidak sendirian, malam itu penulis menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana antusiasme banyak peserta menyelesaikan tahapan terakhir dari atraksi Assulo yang dilaksanakan tanggal 14 Juni ini. Tak luput juga dari penglihatan, banyak masyarakat yang hadir ikut menyaksikan dan merasakan ketegangan saat jarum timbangan bergerak dan berhenti di angka tertentu. Semua emosi dan perasaan itu bisa kita rasakan di atraksi Assulo.
Besar harapan penulis, peserta, dan tentunya masyarakat agar event Assulo bisa terus terlaksana dan memberikan kontribusi positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar. (GN-HumasDisparbud).


