Selayar, 6 April 2025 – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairudin, S.S., menyambut dengan penuh kehangatan kedatangan Tim Program Kerja dan para Seniman BTPS (Buah Tangan Perempuan Selayar) dari Makassar dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tudang Sipulung. Kedatangan tim ini bertujuan untuk menjalankan program residensi seni di empat lokasi, yakni Puncak Tanadoang, Pulau Gusung, Kampung Tua Bitombang, dan Kecamatan Benteng. Seluruh rangkaian kegiatan telah dimulai sejak kedatangan tim pada tanggal 5 April dan akan berlangsung hingga 22 April 2025. Acara ini dilaksanakan secara langsung di Sapo Budaya Selayar.
Beberapa perwakilan dari Disparbud Kepulauan Selayar, Lurah Benteng, hingga kurator seniman turut hadir dan aktif mengikuti rangkaian kegiatan awal, mulai dari sesi sambutan, perkenalan, hingga diskusi mendalam. Dalam pertemuan tersebut, fokus pembahasan mengarah pada upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di beberapa area di Kepulauan Selayar, dan membahas berbagai jenis kerajinan kriya yang akan digarap oleh para seniman.
Buah Tangan Perempuan Selayar sendiri merupakan program yang merupakan ruang untuk perempuan lokal melalui lokakarya pembuatan cinderamata dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan di desa yang akan diberdayakan dan mengolah kembali limbah yang menjadi konsen wiliyah residensi di pulau Selayar serta menerapkan unsur kebudayaan di dalamnya. Kegiatan ini menyasar peserta perempuan Kepulauan Selayar dengan rentang usia 18-50 tahun. Lokasi sasaran kegiatan yaitu desa yang menjadi objek wisata favorit masyarakat Selayar dan memiliki potensi pariwisata yang baik.
“Terima kasih atas kedatangan Tim Pelaksana Program dan Para Seniman Buah Tangan Perempuan Selayar. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus direncanakan ke depannya, karena memang kami masih kekurangan sumber daya manusia di berbagai sektor di lokasi, dan masih sangat membutuhkan pelatihan serta pendampingan. Keluarkanlah pengetahuan seputar kriya ini kepada teman-teman di Pokdarwis, agar setelah kalian kembali, mereka dapat mengembangkan dan membuatnya secara mandiri” ujar Nur Ihsan Chairudin.



