Pariwisata bersifat multisektoral atau lintas sektor artinya untuk mengembangkan pariwisata dibutuhkan sinergi dari banyak pihak. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Sri Nurnaningsih Y, S.S, M.M selaku salah satu pembicara dalam acara NGOPI (Ngobrol Pariwisata) yang diselenggarakan di Pantai Punagaan tanggal 13 Januari 2022. Dalam penyampaiannya, Ibu Sri Nurnaningsih yang merupakan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata menyampaikan pentingnya sinergitas dan kerjasama dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Kami dari Dinas Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, kami harus bermitra dengan stakeholder pariwisata lainnya, baik itu pemerintah, swasta, pengusaha industri pariwisata, pelaku-pelaku pariwisata, masyarakat, komunitas, media, dan akamedisi. Semua stakeholder ini harus bersinergi, harus berkolaborasi, dan harus bekerjasama untuk tercapainya pengembangan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.” ucapnya.
Selain perlunya sinergitas dalam mengembangkan pariwisata, beliau juga menyampaikan pentingnya memberikan perhatian yang serius terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Beliau menjelaskan bahwa semua kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sektor pariwisata. “Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Pariwisata memiliki empat bidang ditambah satu sekretariat. Empat bidang itu harus saling bersinergi. Bidang destinasi membenahi daya tarik wisata, menyiapkan fasilitas penunjang pariwisata. Kemudian bidang ekonomi kreatif dan SDM tugasnya membina pelaku-pelaku ekraf, pelaku-pelaku usaha pariwisata dengan mengadakan pelatihan-pelatihan supaya tercipta tenaga-tenaga pariwisata yang terampil dan profesional. Kemudian bidang kebudayaan bertugas menggali nilai-nilai kebudayaan, kearifan lokal masyarakat serta melestarikan daya tarik wisata budaya. Terakhir, bidang pemasaran bertugas memasarkan dan menjual daya tarik wisata alam, bahari, budaya serta bagaimana mengemas semua paket wisata, daya tarik wisata, event wisata supaya menarik wisatawan untuk datang ke Selayar” jelasnya.
Bukan hal yang mudah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah pandemi COVID apalagi ditambah minimnya anggaran yang tersedia, namun beliau menyampaikan bidang pemasaran tetap berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dengan melaksanakan promosi baik promosi melalui media cetak, melalui media elektronik dan melalui media sosial. Pelayanan untuk para wisatawan juga dimaksimalkan melalui kegiatan Tourism Information Centre (TIC) yang tetap terus berjalan. “Kuncinya adalah bagaimana membuat para wisatawan yang berkunjung puas, sehingga mereka bisa berkunjung kembali ke Kabupaten Kepulauan Selayar” tutup beliau (Glenn/Ady)

