Kepulauan Selayar — Pemerintah Desa Bontona Saluk secara resmi mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tunas Jaya Langsangiring, yang berlangsung di Kantor Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomate’ne, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (4/2/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi upaya kebangkitan dan pengembangan sektor pariwisata desa berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, S.S., bersama jajaran, yakni Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kebudayaan, serta pejabat fungsional lingkup Disparbud Kepulauan Selayar. Turut hadir perangkat desa, unsur kelompok dan komunitas desa, serta masyarakat setempat yang menunjukkan antusiasme terhadap pembentukan Pokdarwis tersebut.
Harapan Besar untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kepala Desa Bontona Saluk, Ahmad Yani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan Pokdarwis diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, harapannya terhadap dukungan Pemerintah Kabupaten, khususnya dalam hal pendanaan dan kebijakan pengembangan pariwisata. Menurutnya, Desa Bontona Saluk memiliki potensi wisata alam yang sangat menjanjikan, mulai dari kawasan laut, aliran sungai air tawar, hingga potensi wisata sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Sebagai informasi, Ketua Pokdarwis Muhammad Arif, S.E. dalam pemaparannya menjelaskan filosofi nama Tunas Jaya Langsangiring sebagai simbol harapan, keberanian, dan kebersamaan masyarakat dalam membangun pariwisata di desa.
Pokdarwis yang beranggotakan 40 orang ini menargetkan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam desa. Rencana awalnya, Pokdarwis akan mengadakan rapat kerja, hingga menyusun kalender kegiatan wisata sebagai bagian dari langkah awal kerja nyata.
Kreativitas dan Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam arahan dan sambutannya, Kadisparbud Selayar Nur Ihsan Chairuddin, S.S menekankan pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam mengelola potensi wisata desa. Ia menilai potensi pariwisata Desa Bontona Saluk cukup besar, dengan keunikan Pantai Langsangiring yang memiliki karakter bebatuan dan tebing alami.
Selain potensi alam, Kadisparbud juga mengungkapkan hasil kegiatan Ekspedisi Sejarah Disparbud yang menemukan situs Liang Tumatea di Dusun Saluk. Gua yang terletak di pantai timur dekat Pantai Langsangiring tersebut ditemukan sejumlah tengkorak manusia yang menjadi indikasi adanya aktivitas penguburan dan kehidupan manusia pada masa lampau. Temuan ini dinilai memperkuat potensi wisata sejarah Desa Bontona Saluk.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, dan Pokdarwis menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata. Nantinya Desa Bontona Saluk akan diusulkan masuk dalam revisi Surat Keputusan 25 lokasi pengembangan desa wisata, agar berpeluang memperoleh kebijakan, serta anggaran pengembangan di masa mendatang.” ujarnya.
Selain itu, Kadisparbud juga menginformasikan adanya rencana pelatihan pengelolaan desa wisata dari Kementerian Desa, di mana Pokdarwis Bontona Saluk berkesempatan menjadi peserta untuk memperkuat kapasitas pengelolaan wisata berbasis desa.
Dukungan Pegiat Pariwisata
Kegiatan ini juga dihadiri pegiat pariwisata Kepulauan Selayar, Ahmad Oge, yang selama ini dikenal mendampingi berbagai lokasi pengembangan desa wisata seperti Desa Punagaan, Patilereng, Bontomarannu, hingga Balang Butung. Pengelola Puncak Tanadoang tersebut menilai lanskap Desa Bontona Saluk sangat indah dan memiliki potensi besar, khususnya Pantai Langsangiring. Ia menekankan pentingnya pemetaan potensi daratan dan bawah laut Desa Bontona Saluk untuk dijadikan satu paket wisata terpadu.
Langkah Awal Kebangkitan Pariwisata Desa
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang membahas langkah konkret Pokdarwis ke depan, mulai dari pembenahan kawasan wisata, hingga pemetaan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki.
Kadisparbud juga mendorong kolaborasi antara Pemerintah Desa dan Pokdarwis untuk melakukan launching resmi daya tarik wisata Pantai Langsangiring sebagai upaya promosi pariwisata. Peluncuran tersebut diharapkan dapat dikolaborasikan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar periode 2025–2030, yakni GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa) dan GEMETAR (Gerakan Menanam Batara/Jagung), sehingga kegiatan wisata dapat dikemas, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah.
Pengukuhan Pokdarwis Tunas Jaya Langsangiring ini menjadi sebuah langkah awal kolektif yang menandai harapan baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui potensi alam, sejarah, dan budaya yang dimiliki Desa Bontona Saluk. (Dian-HumasDisparbud)




